Desa Wisata Kendal Butuh Kebijakan “Kail”, Bukan “Ikan”, Menurut Alumni SMAN 1 Kendal

Peserta Delima Fun Walk 2025 menyusuri jalur hijau Lembah Nirwana di Desa Wisata Pakis, Limbangan, Kendal. ( Foto : istimewa ).

Alumni SMAN 1 Kendal 1985 Gelar Diskusi dan Fun Walk, Dorong Pengembangan Desa Wisata di Kendal

Kendal, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Alumni SMA Negeri 1 Kendal Angkatan 1985, yang bernama “Delima”, beberapa hari yang lalu tepatnya pada 28 September 2025 telah menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan daerah dengan menyelenggarakan kegiatan promosi dan diskusi pengembangan desa wisata. Acara yang dikemas dalam bentuk “Delima Fun Walk” dan diskusi ini berlangsung di Desa Wisata Pakis, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. 

Kegiatan yang bertempat di Lembah Nirwana, sebuah destinasi wisata keluarga di kawasan perbatasan Limbangan-Bandungan Semarang, ini bertujuan untuk mengangkat potensi dan membahas tantangan yang dihadapi desa wisata di Kabupaten Kendal. Peserta dapat menikmati fasilitas resort, kolam renang, joging track, dan kuliner lesehan sambil menyusuri keindahan Lembah Pegunungan Medini.

Suasana kekeluargaan alumni SMAN 1 Kendal angkatan 1985 (Delima) dalam kegiatan promosi desa wisata.
Suasana kekeluargaan alumni SMAN 1 Kendal angkatan 1985 (Delima) dalam kegiatan promosi desa wisata

Diskusi yang menghadirkan para alumni dari berbagai latar belakang keilmuan mengungkap sejumlah persoalan strategis, terutama dari sisi kebijakan dan tata kelola.

Dr. Muchamad Zaenuri, M.Si., Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga alumni dan mantan Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Kendal, menekankan pentingnya peran masyarakat. “Pentingnya peran serta masyarakat yang diwadahi dalam komunitas yang kuat, adaptif terhadap perubahan, dan kolaboratif dengan berbagai stakeholder merupakan kunci keberhasilan pengembangan desa wisata,” ujarnya sebagai panelis.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/koperasi-merah-putih-palmerah-diresmikan-gantikan-peran-mini-market-bagi-warga/

Zaenuri melanjutkan, pemerintah daerah harus mengedepankan kebijakan yang berbasis komunitas. “Pemerintah lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan dinamisator. Pemerintah daerah lebih banyak memberikan ‘kail’ daripada ‘ikannya’, artinya berikan berbagai program yang berbasis pemberdayaan, jadikan masyarakat sebagai subjek,” tegasnya.

Selain kebijakan, ia juga menyoroti perlunya tata kelola yang adaptif dan kolaboratif. Pengelola desa wisata harus jeli mengidentifikasi perubahan perilaku wisatawan dan mengeksplorasi keunikan lokal. “Desa wisata didorong agar mampu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama swasta untuk investasi dan akademisi untuk pendampingan,” papar Zaenuri.

Suasana olah raga bersama-sama yang sangat harmonis
Suasana olah raga yang sangat harmonis

Panelis lain, Ir. Fajril Lubab, yang aktif dalam pembangunan IKN, menyoroti aspek infrastruktur. “Pembangunan infrastruktur, terutama jalan menuju destinasi dan bangunan yang aman serta ramah bagi lansia dan anak, sangat penting. Jalannya bagus, nyaman, akan menambah hasrat orang untuk berwisata,” jelasnya. Ia juga menekankan kualitas pelayanan yang langsung bersentuhan dengan wisatawan.

Sementara itu, Adi Wahyono, ahli komunikasi publik, menekankan strategi promosi yang terintegrasi. “Promosi harus menggabungkan berbagai media, mulai dari media massa, tradisional, online, hingga media luar ruang, terutama untuk event-event khusus,” ujarnya.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Ia secara khusus menyoroti potensi media sosial. “Struktur penduduk usia muda sangat besar di Kendal sebagai generasi milenial yang selalu membawa smart phone. Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube sangat strategis dan harus mendapat perhatian serius dari pemangku kepentingan,” imbuh Adi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pengembangan desa wisata di Kendal yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

 

( Mul ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup