“Doa Bersama untuk Bangsa dan Negara” Warnai Rubu’ussanah ke-XIV Penyiar Sholawat Wahidiyah Jombang Cabang Batu
Kota Batu, Pendidikannasional.id – Ratusan jamaah memadati Balai Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, dalam acara Rubu’ussanah ke-XIV, yang digelar oleh Penyiar Sholawat Wahidiyah Jombang Cabang Batu. Dengan tema “Doa Bersama untuk Bangsa dan Negara, Menuju Masyarakat Adil dan Makmur, Sadar Fafiruu Illaloh Warosulihi SAW”, acara ini sekaligus memperingati HUT Bhayangkara ke-79. ( 21/06/2025 )
Ketua Koordinator DPC PSW Jombang Cabang Batu Eni Musfirotun Mustofsiroh, S.ST., MM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Wali Kota Batu Nurochman, SH., MH.,atau yang mewakili, Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Camat Batu, Kepala Kemenag Kota Batu, Dandim 02 Batu, Polres Batu arau yang mewakili,Ketua Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara, Ketua PSHT Cabang Batu atau yang mewakili dan tokoh masyarakat.

“Acara ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan bangsa dan negara,” ujarnya.
Yang menarik, seluruh pelaksanaan acara diprakarsai oleh remaja dan mahasiswa Wahidiyah Kota Batu. Mulai dari MC, pembaca ayat suci Al-Qur’an, sari tilawah, muqodimah sholawat, tahlil, pembaca puisi, hingga kor tasyafu semua ditangani oleh generasi muda.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/gempuran-11-gol-tim-putri-kota-batu-babak-belurkan-lumajang/

“Remaja dan mahasiswa Wahidiyah adalah generasi penerus perjuangan kesadaran. Kami berharap mereka siap melanjutkan estafet kepengurusan dengan komitmen kuat,” tegas Ketua Koordinator.
Acara Rubu’ussanah tidak hanya berisi doa bersama, tetapi juga mujahadah yaumiyah (harian), usbu’iyah (mingguan), syahriyah (bulanan), hingga nisfusanah (6 bulanan). Peserta diajak untuk konsisten dalam mujahadah, pengamalan harta (dana box), dan penguatan ilmu kewahidiyahan.
“Semua yang kita lakukan harus dilandasi niat Lillah Billah, Lil Rosul Bil Rosul. Ini adalah perjuangan batiniah yang harus terus dijaga,”tambahnya.
Pada kesempatan ini, PSW Jombang Cabang Batu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Batu dan jajarannya atas dukungan pengamanan dan fasilitasi izin acara. “Kami turut mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-79. Semoga Polri semakin dicintai rakyat,”ungkapnya.

Dalam sambutanya,Ketua DPW PSW Jombang mengapresiasi kemandirian Cabang Batu dalam Gelar Rubu’ussanah ke-XIV. “Kemandirian Cabang Batu patut jadi motivasi bagi daerah lain,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.
Meski tergolong cabang baru, Kota Batu dinilai telah menunjukkan perkembangan pesat dalam pengembangan Sholawat Wahidiyah.
“Kejayaan atau hancurnya perjuangan suci ini kelak ditentukan oleh remaja saat ini. Mereka adalah penerus estafet kepemimpinan, “tegasnya.
Ketua DPW khususnya menyoroti peran mahasiswa dan remaja Wahidiyah Batu yang menjadi penggerak acara. “Bagi yang sudah lulus, siapkan diri untuk memimpin. Jika remaja tak peduli atau terkontaminasi arus zaman, perjuangan ini bisa terancam,” imbuhnya.

Beliau mengajak seluruh jamaah mempersiapkan Muktamar Wahidiyah terbesar yang akan digelar pada 10-14 Juli 2025 yang bertempat di Kantor DPP PSW Jombang.
“Persiapkan lahiriah dan batiniah. Ini momentum menyucikan hati dan memperkuat ikatan dengan Allah SWT,”serunya.
Ditegaskan bahwa perjuangan Sholawat Wahidiyah tak kenal waktu karena misinya bersifat universal. Menjernihkan hati dari kotoran duniawi . Menentramkan jiwa melalui dzikir dan sholawat .Menguatkan ingatan kepada Allah dalam setiap nafas.
“Inilah yang membuat Wahidiyah tetap relevan dari masa ke masa. Semoga semangat remaja Batu bisa menginspirasi daerah lain,” tutupnya penuh haru.

Ditempat yang sama selaku mewakili Kemenag Kota Batu Ahmad Jazuli S.Kom.,MAP,menekankan pentingnya regenerasi dakwah berbasis kearifan lokal dan moderasi beragama.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan dakwah yang menyejukkan,” ujar perwakilan Kemenag
Generasi muda sebagai penerus estafet dakwah era digital dengan cara dakwah yang moderat tanpa menyakiti.
” Bagaimana cara dakwah yang moderat atau dakwah yang tidak menyakiti dengan menfaatkan baik medsos maupun elektronik yang ada untuk berdakwah yang santun. semoga kerjasama yang baik antara pemerintah, ulama, ormas-ormas yang ada dan semua masyarakat serta TNI-Polri membuat negara Indonesia ini aman sejahtera adil dan makmur.” Jelasnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kyai Ach.Sholihudin Mahfudh. S.Sos juga selaku Ketua DPP PSW Jombang mengatakan, bahwa intinya di kegiatan mujahadah ini adalah doa yang diperuntukan bagi seluruh umat, masyarakat dan negara.
” Doa untuk kesemua makhluk ciptaan Alloh, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, jadi perwujudan dari rohmatan lilallamin itu seperti itu sesuai misi Rasulullah Saw. Doa doanya itu banyak sekali diantaranya yaitu yang artinya, Ya Allah berkahilah seluruh makhluk yang engkau ciptakan dan juga berkahilah pada negeriku ini dan juga dalam doaku ini.” Ungkapnya ke awak media.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

“Berharap dengan keterlibatan unsur dari instansi-instansi pemerintahan dan semua elemen masyarakat ini ada sinergi untuk kepentingan warga Kota Batu lebih kondusif, aman tentram dan tentunya di jauhkan dari bencana-bencana dan musibah, serta terbentuk perilaku revolusi mental seluruh masyarakat di Kota Batu, dan hal ini merupakan kunci kedamaian yang hakiki, dengan tidak membedakan semua komponen masyarakat sehingga kita semua ini merupakan satu bagian yaitu satu saudara makhluk ciptaan allah dan satu keturunan nenek moyang kita yaitu Nabi Adam.” Tukasnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini menegaskan komitmen Wahidiyah sebagai gerakan spiritual yang mendukung pembangunan bangsa. Dengan doa, mujahadah, dan kolaborasi lintas generasi, “Sadar Fafiruu Illaloh Warosulihi SAW” bukan sekadar slogan, tapi panduan hidup.
( Ria ).




