Batu, Pendidikannasional.id – Dalam rangka mengumpulkan data dan informasi terkait minyak goreng untuk mendukung ketersediannya bagi masyarakat, khususnya bagi para pedagang kaki lima, Kemendag melalukan kunjungan ke APKLI DPD Kota Batu. Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Dewan Pimpinan Daerah APKLI ( Asosisasi Pedagang Kaki Lima Indonesia ) Jl. Kapten Ibnu pada hari Kamis, ( 06/06/2024 ).

Adapun dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Domestik ( BKPERDAG ) beserta staf, Ketua APKLI Kota Batu beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota yang hadir.
Dalam kesempatanya selaku Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Domestik ( BKPERDAG ) Rr. Dyah Palupi, S.Si, M.Si.,mengatakan bahwa kami dari Pusat Kebijakan Perdagangan Domestik, Kementerian Perdagangan melakukan kegiatan survey analisis yang selaras dengan tupoksi kami yaitu melakukan analisis dan memberikan rekomendasi kebijakan dalam bidang perdagangan. Demikian juga dengan analisis terkait minyak goreng ini merupakan salah satu bagian dari evaluasi Permendag No 49 Tahun 2022 tentang Tata Kelola Program Minyak Goreng Rakyat yang sedang berjalan.

” Jadi, dari hal diskusi kami bersama APKLI tentunya didapatkan data dan informasi, sehingga nantinya kami dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang berdasarkan kondisi di lapangan untuk memperbaiki kedepannya dari kebijakan tersebut.” Ungkapnya.
Rr. Dyah juga menambahkan, ” Tentunya kita mendukung dengan adanya UMKM yang ada di Kota Batu ini dan sudah saya lihat inovasinya sudah sangat banyak sekali, harapannya kami akan merekomendasikan yang terbaik juga untuk UMKM tersebut.” Harapnya.
Pada waktu yang lain selaku Ketua APKLI ( Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia ) DPD Kota Batu Mardi Setia Ningsih,SH., mengatakan bahwa pada hari ini kami menerima kunjungan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam hal ini telah mengadakan Analisa dampak kebijakan HET ( Harga Eceran Tertinggi ) sejauh mana kebutuhan akan minyak curah untuk pedagang khususnya di Kota Batu.

” Harapan dengan adanya kegiatan tersebut menerima pendapat atau masukan yang dikemas menjadi diskusi interaktif dari para UMKM itu mengeluhkan dan berharap bisa mendapatkan minyak curah dengan kwalitas yang standart atau lebih baik sehingga bisa meningkatkan mutu dari produksinya pedagang kaki lima ini.” Jelasnya Mardi.
Mardi juga menambahkan,”Ketika mendapatkan minyak goreng yang bisa meningkatkan kwalitas dari produksi mereka maka secara otomatis kwantitasnya pasti akan bisa dihasilkan dengan maksimal.” Pungkasnya. ( Ria ).




