Batu, PENDIDIKANNASIONAL. ID – Bertepatan bersamaan dengan masih bulan,Syawal pasca hari Raya Idul Fitri 1445 H. Agung Perkasa berkumpul bersama sama dengan, lembaga adat serta masyarakat guna menjalin silaturahmi dan halal bihalal. Pada hari Selasa, ( 30/04/2024 ).
Adapun didalam acara tersebut turut hadir. Agung Perkasa dan Konsultanya beserta jajaranya, Ketua Lembaga Adat Desa Oro Oro Ombo beserta jajarannya, Tokoh Masyarakat, Ketua KPJ ( Kelompok Penyanyi Jalanan ), Ketua IKD ( Istana Karya Difabel ) Sanggar Bintang Merah Putih, Pembina Kelompok Adat Kota Batu dan seluruh peserta yang hadir.

Pada kegiatan tersebut di sambut dengan baik, oleh ketua lembaga adat dan masyarakat. Sehingga terciptalah nuansa kekeluargaan, dalam pertemuan yang santai dan bersahaja.
Dalam kesempatanya, Sukirman selaku ketua lembaga adat Desa Oro Oro Ombo mengatakan bahwa, selama ini kegiatan di Desa kami yaitu Uri -Uri budaya lebih untuk kearifan lokal.
” Kita bertandang ke Leluhur leluhur yang ada di desa kami. Kemudian selamatan ke sumber sumber mata air agar budaya ini, tidak hilang tergerus dengan kemajuan jaman. Dan kami melihat pada era milenial ini, banyak anak anak muda yang sudah tidak mengerti tentang budaya ini.” Ungkap Sukirman.

Pada waktu yang lain, Agung Perkasa mengutarakan bahwa, dari apa yang telah dipaparkan maka kami ikut terpanggil, untuk ikut memikirkan dan merasakan, apa yang menjadikan kendala kendala tersebut.
Lihat Juga : https://youtu.be/ks6PPC03Z4g?si=ABVESuyhiSvGjmnt
“Kenapa hal seperti ini kok tidak di dukung atau berkolaborasi dengan, instansi-instansi terkait atau stakeholder yang ada di kota batu. Maka dari itu nantinya apa yang ada pada desa ini, akan kami perbaiki menjadi lebih baik lagi. Dan saya berterimakasih dengan, para lembaga adat yang sudah melestarikan adat dan budaya tersebut.” Terang Agung.
Agung Perkasa juga menambahkan” Kami selalu siap menerima saran dan keluhan yang ada di desa ini sehingga sewaktu kami nanti bisa menjadi Walikota maka apa yang menjadikan kendala dan keluhan yang ada di desa ini bisa dapat kami laksanakan untuk kemakmuran bersama sama.” Harapnya.

Ditempat yang sama selaku Pembina Kelompok Adat kota Batu Nyoto Sumartono Spd., menyampaikan bahwa kenapa saya kok masih ikut campur adanya budaya lokal yang ada di Kota Batu di karenakan berdasarkan pengalaman saya sewaktu menjabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kemudian di Dinas Pariwisata di bidang Kebudayaan, nah berdasarkan dari itu saya mendapat kepercayaan untuk menjaga dan melesatarikan nilai nilai tradisi.
” Adat budaya di Kota Batu itu Banyak jadi bukan hanya budaya seni tari, musik dan lain lainya. Mulai dari kebiasaan kehidupan sehari hari di rumah tangga itu juga bisa menjadikan budaya adat istiadat. Ada pepatah jawa yang berkata ( seje deso mowo coro ) lain desa beda cara, lain ladang lain belalang lain lubuk ikanya dan inilah yang harus kita jaga sehingga jika dilihat dari segi pandang budaya maka akan menjadikan manusia yang mempunyai budi perkerti yang luhur atau budi pekerti yang bagus.
Sunyoto juga menambahkan, ” Saya perkenalkan kepada semuanya semisalnya dan mudah mudahan Agung Perkasa mendapat amanah di pemerintahan Kota Batu maka hal ini sudah menjadikan janji dan program, salah satunya menjaga mempertahankan dan mengembangkan adat budaya termasuk budaya pertanian, semisalnya pupuk organik Kohe (kotoran hewan) dan humus ini merupakan salah satu budaya dengan kata lain sedekah bumi.” Jelasnya.




