Sinergi TNI AD dan Masyarakat Batu Wujudkan Ketahanan Wilayah melalui Karya Bakti Rehabilitasi Mushola
Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terukir nyata melalui gelaran Karya Bakti yang diselenggarakan oleh Bengkel Pusat Arhanud (Bengpusarhanud). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 26 dan 27 Agustus 2026 di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, ini berfokus pada rehabilitasi sarana ibadah masyarakat setempat, yakni mushola. Inisiatif ini tidak hanya merefleksikan kepedulian institusi pertahanan terhadap aspek spiritual warga, tetapi juga menjadi bukti konkret kontribusi TNI dalam pembangunan fisik dan sosial kemasyarakatan.
Sebagai Satuan Non Komando Wilayah (Satnonkowil), Bengpusarhanud di bawah naungan TNI Angkatan Darat menunjukkan bahwa peran strategis satuan tidak terbatas pada pelaksanaan tugas pokok pemeliharaan alutsista. Lebih dari itu, satuan ini secara proaktif menjalankan program teritorial yang bertujuan memperkuat hubungan sinergis dengan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan doktrin kewilayahan TNI yang menempatkan kedekatan fisik dan psikologis dengan rakyat sebagai pilar utama ketahanan nasional. Kepala Bengkel Pusat Arhanud, Kolonel Arh Syafa’ Susanto, S.I.P., M.M., dalam wawancara eksklusifnya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan aktualisasi nyata dari tema nasional, “Karya Bakti TNI AD Bersama Rakyat Mewujudkan Ketahanan Wilayah yang Tangguh.”
“Kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar wacana. Melalui kegiatan ini, kami hadir secara fisik, bahu-membahu, dan bergotong royong untuk kepentingan bersama. Rehabilitasi mushola ini adalah wujud kecil dari komitmen besar kami untuk membangun negeri,” ujar Kolonel Arh Syafa’ Susanto.
Beliau juga menyampaikan harapan agar sinergi yang telah terbangun dengan erat ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang, mengingat esensi kolaborasi antara aparatur negara dan masyarakat merupakan modal sosial yang fundamental bagi stabilitas dan kemajuan bangsa.
Kegiatan Karya Bakti yang berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan antusias dari warga Dusun Caru. Dalam praktiknya, para prajurit Bengpusarhanud bersama warga bahu-membahu mengerjakan berbagai tahapan rehabilitasi, mulai dari perbaikan struktur bangunan, pengecatan, hingga penataan lingkungan mushola.
Selain bertujuan untuk memacu pemerataan pembangunan di tingkat desa, kegiatan ini sarat akan nilai strategis untuk membangkitkan kembali kearifan budaya lokal, terutama tradisi gotong royong yang belakangan mulai tergerus oleh arus modernisasi.
Rehabilitasi mushola ini dimaknai sebagai momentum untuk memperlancar akses masyarakat terhadap fasilitas ibadah yang layak, meringankan beban ekonomi warga melalui gotong royong, serta yang paling utama adalah mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar elemen masyarakat.

Dalam konteks pembangunan nasional, rehabilitasi infrastruktur sosial seperti tempat ibadah memiliki dampak berganda, tidak hanya terhadap peningkatan kualitas hidup spiritual, tetapi juga terhadap penguatan kohesi sosial yang menjadi fondasi ketahanan wilayah.
Apresiasi tinggi atas inisiatif ini disampaikan oleh tokoh agama setempat, Bapak Jamil, yang juga bertindak sebagai pengurus mushola. Atas nama seluruh warga Dusun Caru, Desa Pendem, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada pihak TNI, khususnya jajaran Bengpusarhanud.
“Bantuan tenaga, material, dan yang terpenting adalah semangat kebersamaan yang diberikan, telah membuat proses renovasi mushola kami dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh berkah. Kehadiran bapak-bapak TNI di tengah kami telah menghidupkan kembali semangat kekeluargaan yang lama terasa memudar,” tutur Bapak Jamil dengan haru.
Kehadiran TNI dalam kegiatan nonmiliter seperti Karya Bakti ini merupakan implementasi cerdas dari konsep Total War dan Defense in Depth yang diadaptasi ke dalam pendekatan kesejahteraan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketahanan wilayah tidak hanya dibangun dari kekuatan alutsista, tetapi juga dari ketahanan sosial dan mental masyarakat. Kegiatan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, khususnya pada poin pembangunan infrastruktur yang inklusif dan penguatan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama.
Harapan besar muncul dari jajaran Bengpusarhanud agar program-program serupa dapat terus digalakkan secara periodik di berbagai wilayah lainnya. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, TNI AD berkomitmen untuk tidak pernah lelah hadir di tengah kesulitan rakyat. Karya Bakti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk ikut serta dalam membangun negeri melalui aksi nyata, bukan sekadar retorika.
Kegiatan rehabilitasi mushola di Dusun Caru ini menutup rangkaian acara pada tanggal 27 Agustus 2026 dengan suasana penuh kekeluargaan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat. Ke depan, diharapkan sinergi antara TNI dan rakyat tidak hanya terhenti pada proyek fisik semata, tetapi juga meluas pada program pemberdayaan ekonomi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah perdesaan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Melalui langkah-langkah kongkret seperti ini, cita-cita mewujudkan Indonesia yang tangguh, bersatu, dan berdaulat akan semakin mendekati kenyataan. Karya Bakti Bengpusarhanud adalah bukti bahwa untuk membangun bangsa, kita tidak perlu menunggu waktu yang ideal; yang kita perlukan hanyalah niat untuk bergerak bersama dan tangan-tangan yang siap untuk bekerja bakti.
Penulis : Riadi.
Sumber : Pen Bengpus Arhanud.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.




