Silaturahmi dan Visi Pariwisata. Reuni bagian Keluarga Besar Hotel Pondok Jatim Park Warnai Ramadan 2026.
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, nuansa kebersamaan dan nostalgia menyelimuti Hotel Pondok Jatim Park, Sabtu (7/3/2026) malam. Para penggerak industri wisata yang pernah menapaki karier di hotel tersebut menggelar acara reuni bertajuk “Merajut Kasih Wujudkan Silaturahmi Antar Penggerak Wisata”. Acara yang berlangsung di lokasi hotel ini tidak hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga diisi dengan kegiatan berbuka puasa bersama.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan manajemen Hotel Pondok Jatim Park, jajaran staf dan karyawan aktif, serta para alumni yang telah lama berkiprah di berbagai sektor industri pariwisata . Kehadiran lintas generasi ini menciptakan ekosistem diskusi yang hangat, memadukan pengalaman masa lalu dengan dinamika industri perhotelan masa kini.

Dalam kesempatanya, Dr. (c) Imam Khoirudin, S.Pd., M.M., yang akrab disapa Jack Imam, menekankan bahwa esensi dari pertemuan ini adalah untuk merekatkan kembali hubungan personal yang telah terbina selama bertahun-tahun. “Reuni ini adalah momentum untuk saling menjalin eratnya silaturahmi. Kita semua merupakan bagian dari keluarga besar hotel pondok Jatimpark. Dari sinilah dahulunya kita bisa bertemu dan saling mengenal antara satu dengan yang lain,” ujarnya Jack Imam.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi fungsi hotel tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempertemukan berbagai individu dengan latar belakang yang beragam. Ikatan emosional yang terbangun di lingkungan kerja, menurutnya, menjadi modal sosial yang berharga, bahkan ketika para pekerja telah menempuh jalur karier masing-masing.

Momentum kebersamaan ini turut dimanfaatkan oleh Jack Imam untuk menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pariwisata Kota Batu.Ia memaparkan analisisnya tentang tantangan dan peluang sektor pariwisata di tahun 2026.
“Tahun 2026 menjadi tahun yang tidak mudah bagi sektor pariwisata, baik karena dinamika ekonomi nasional maupun kondisi global yang mempengaruhi daya beli dan mobilitas wisatawan. Namun bagi Kota Batu, tantangan ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan penguatan strategi pariwisata secara lebih serius dan terarah,” jelasnya Jack.

Ia menyoroti perlunya kolaborasi yang lebih erat antar pemangku kepentingan. Menurutnya, program peningkatan wisatawan harus difokuskan pada beberapa aspek fundamental. “Penguatan event wisata berskala nasional dan internasional, promosi digital yang agresif, kolaborasi antara hotel, destinasi hiburan, dan UMKM, serta penciptaan pengalaman wisata yang berkualitas harus menjadi prioritas. Hotel, taman hiburan, desa wisata, dan pelaku ekonomi kreatif harus bergerak dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” tegasnya .
Lebih lanjut, ia menyampaikan sebuah otokritik konstruktif kepada Pemerintah Kota Batu. Dalam perspektif akademisi, ia menilai bahwa pengelolaan pariwisata ke depan harus lebih terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan. “Promosi tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus berbasis data pasar wisatawan. Infrastruktur pendukung, manajemen event, kemudahan investasi, serta koordinasi dengan pelaku industri juga perlu diperkuat agar Kota Batu tetap kompetitif,” imbuhnya .
Baca Juga :
Berkah Ramadan di Kota Batu. 2.177 Takjil Dibagikan, Ibu Wali Kota dan Ormas Bersatu Merajut Kasih
Raih Penghargaan BNN RI, Wali Kota Batu Perang Lawan Narkoba Harus Bersama
Kesedihan Wali Kota Batu: Pengemudi Ojol yang Juga Ketua RT Tewas di Jalan Pattimura
Pernyataan ini menjadi relevan mengingat persaingan antar destinasi wisata di Indonesia semakin ketat. Dengan berbasis pada data dan perencanaan yang matang, ia optimistis Kota Batu dapat mempertahankan posisinya sebagai destinasi unggulan meskipun dihadapkan pada tekanan global.

Sementara itu, mewakili manajemen Hotel Pondok Jatim Park, Novita menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif para alumni. Pihak manajemen menilai bahwa kegiatan yang digagas oleh alumni ini merupakan wujud nyata dari hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh alumni yang masih menjaga dan menjalin hubungan silaturahmi dengan sangat baik. Hubungan emosional ini adalah aset berharga bagi hotel. Ini membuktikan bahwa Pondok Jatim Park bukan sekadar tempat bekerja, melainkan rumah kedua yang selalu dirindukan,” ungkap Novita ke awak media.

Menurutnya, sinergi antara manajemen dan alumni dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor perhotelan. Para alumni yang telah sukses di bidangnya masing-masing diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam memajukan industri wisata di Kota Batu.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Acara reuni yang dikemas dengan buka puasa bersama ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang rekreasi spiritual di bulan Ramadan, kegiatan ini berhasil mentransformasi momentum silaturahmi menjadi sebuah forum diskusi strategis bagi kemajuan pariwisata Kota Batu. Dengan semangat kebersamaan yang dirajut, para penggerak wisata berharap dapat terus berkontribusi nyata bagi industri yang menjadi denyut nadi perekonomian daerah .
Penulis : Ria.
Editor : Tim Pendidikannasional.id.


Karyawan Aktif bersama sebagian alumni didalam acara Reuninya yang perdana di Hotel Pondok Jatim Park. ( Foto : Tim ). 
