GOR Gajah Mada Gemuruh, Warga Kecamatan Batu Tuntaskan 256 Usulan Pembangunan
Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batu tahun 2026 yang digelar di GOR Gajah Mada, Kamis (12/2), menjadi titik kulminasi aspirasi warga dari delapan desa dan kelurahan. Bertema “Penguatan Pemerintahan Desa dan Kelurahan serta Pemberdayaan Masyarakat untuk Pemerataan Pembangunan dan Peningkatan Daya Saing Daerah”, forum ini menghasilkan 256 usulan yang disaring menjadi 37 prioritas strategis.
Sasongko Fitra Adhitama, S.IP, M.H.,sebagai Camat Batu dalam sambutanya memaparkan dengan jelas dan gamblang serta detail terperinci usulan perioritas dari desa dan kelurahan se Kec.Batu.

Salah satu sorotan utama adalah capaian realisasi usulan tahun sebelumnya. Dari 279 usulan tahun 2024, sebanyak 40 usulan (14 persen) terealisasi melalui APBD 2025 dengan total anggaran infrastruktur Rp23,8 miliar. Capaian ini dinilai masih belum optimal dan menjadi catatan penting bagi peningkatan kepercayaan publik terhadap proses Musrenbang.
Isu pengelolaan sampah, drainase, tebing penahan tanah (TPT), dan akses jalan alternatif mendominasi daftar prioritas. Sejumlah desa mengajukan persoalan krusial:
· Desa Oro-Oro Ombo mendesak revitalisasi jembatan Kenanga yang dilintasi truk berat dari dua SPBU.
· Desa Sidomulyo meminta penggantian jembatan rolak di Simpang Lima Skarbung menjadi box culvert guna mencegah luapan air.
· Kelurahan Temas melaporkan kondisi kritis TPT setinggi 30 meter di Jalan Pattimura yang tergerus air dan mengancam permukiman.
· Kelurahan Ngaglik mendesak perbaikan jembatan penghubung Jalan Brantas–Metro yang ambrol dan telah ditutup total.

Forum ini juga menjadi panggung bagi kelompok disabilitas yang menyuarakan kebutuhan akan sekolah pengembangan minat dan bakat pasca-SLB, afirmasi program 1.000 sarjana, serta perluasan akses pekerjaan di sektor publik dan swasta. Pelaku UMKM, yang telah membentuk paguyuban mandiri selama tujuh bulan, mendesak adanya pelatihan kemasan dan strategi pemasaran.
Pemerintah Kota Batu mengalokasikan anggaran pembangunan Kecamatan Batu sebesar Rp46,1 miliar melalui APBD 2026. Kelurahan Temas menjadi penerima terbesar dengan Rp4,6 miliar, disusul Kelurahan Sisir Rp4,3 miliar, dan Kelurahan Songgokerto Rp3,8 miliar. Sementara itu, Rp16,4 miliar dialokasikan untuk proyek prioritas kota, termasuk penataan Bundaran Patih.

” Kendala klasik masih membayangi efektivitas Musrenbang. Menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat akibat minimnya realisasi usulan, keterbatasan tenaga perencana teknis, serta status lahan pembangunan yang belum bersertifikat aset pemerintah menjadi tantangan yang harus segera diatasi.”kata Camat Batu
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Wali Kota Batu dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinkronisasi antara usulan warga, visi kepala daerah, dan pokok-pokok pikiran DPRD. “Tidak boleh ada lagi proyek yang mangkak karena sengketa lahan. Semua harus clear and clean sebelum masuk perencanaan,” tegasnya.
Dengan rampungnya tahap kecamatan, seluruh usulan prioritas akan dibawa ke Musrenbang tingkat kota untuk ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
( Ria ).




