
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
MI Bustanul Ulum Gelar Peringatan Isro’ Mi’raj dengan Fokus pada Pendidikan Karakter Generasi Taat
Kota Batu, Sanggrahan, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Menyemarakkan bulan spiritual, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bustanul Ulum yang beralamat di Jalan Cempaka No. 25, Pesanggrahan, Kota Batu, sukses menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Rabu (15/01/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Hikmah Perjalanan Hebat untuk Generasi Taat” ini dihadiri secara penuh oleh seluruh civitas akademika, mulai dari Kepala Sekolah, dewan guru, staf, hingga 833 siswa dari kelas 1 hingga 6.

Acara dibuka dengan penampilan memukau grup sholawat L Mahabah Junior MI Bustanul Ulum, yang menyuguhkan atmosfer religi sekaligus menyatukan hati seluruh peserta. Kemeriahan ini menandai dimulainya rangkaian acara yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif dan mendalam.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Agga, menegaskan bahwa tema yang diangkat sengaja dipilih untuk menyasar pembentukan karakter. “Tema ‘Hikmah Perjalanan Hebat untuk Generasi Taat’ kami angkat agar siswa tidak hanya mendengar cerita, tetapi mampu mengambil nilai-nilai keteladanan, ketaatan, dan ketangguhan spiritual dari peristiwa agung ini,” ujarnya.

Selaku Kepala Sekolah MI Bustanul Ulum, H. SR. Fauzi, S.Pd., dalam pemaparannya kepada media, menyoroti perbedaan dan inovasi yang diterapkan pada peringatan tahun ini. Beliau menjelaskan, jika sebelumnya lebih pada pengenalan sejarah, kini fokus dialihkan pada penguatan makna dan implementasi nilai.
“Perbedaan utama tahun ini terletak pada pendalaman makna. Kami tidak hanya bercerita, tetapi melibatkan siswa secara aktif melalui sholawat bersama, penayangan video animasi edukatif tentang Isra’ Mi’raj, dan yang utama, pengerjaan Lembar Kerja Murid (LKM),” jelas H. SR. Fauzi.

LKM, yang dibagikan oleh wali kelas masing-masing, berfungsi sebagai alat evaluasi pemahaman siswa selama menyimak tayangan video. Melalui LKM ini, guru dapat mengukur sejauh mana siswa menangkap hikmah, urutan peristiwa, dan pelajaran moral dari kisah tersebut. Metode ini dinilai lebih efektif dalam memastikan proses belajar yang partisipatif dan terukur.
Lebih jauh, Kepala Sekolah menyampaikan harapan besarnya terhadap dampak kegiatan ini. “Harapan kami ada peningkatan kualitas pemahaman keagamaan siswa. Peringatan ini menjadi implikasi nyata untuk membentuk anak didik yang lebih taat kepada Allah SWT, khususnya dalam menjalankan kewajiban sholat lima waktu dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,” tegasnya.

Namun, ketaatan yang dimaksud tidak berhenti pada ritual semata. H. SR. Fauzi menekankan pentingnya ketaatan yang bersifat holistik, mencakup juga hubungan dengan sesama dan alam semesta.
“Mencintai Rasul juga berarti meneladani akhlak beliau. Yang tak kalah penting adalah menjadi pribadi baik yang peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Dengan banyaknya fenomena bencana akhir-akhir ini, melalui momen ini kami sisipkan pesan agar bersama-sama menjaga kelestarian alam. Ini adalah bentuk ketaatan sebagai khalifah di muka bumi,” paparnya dengan penuh semangat.

Pendekatan integratif antara pendidikan agama, karakter, dan lingkungan ini menjadi ciri khas MI Bustanul Ulum dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan ekologis.
Pantauan di lokasi, seluruh siswa tampak antusias dan khidmat mengikuti jalannya acara. Saat sesi penayangan video, suasana hening menyelimuti kelasnya masing masing. Mata mereka terpaku pada layar, mengikuti setiap adegan perjalanan Rasulullah SAW. Sesi pengerjaan LKM pun berjalan lancar, dengan para guru berkeliling memberikan bimbingan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk kebaikan dan kemajuan sekolah, bangsa, dan alam semesta. Melalui peringatan Isra’ Mi’raj yang dikemas secara kreatif dan substantif ini, MI Bustanul Ulum telah memberikan teladan bagaimana memaknai hari besar agama bukan sekadar sebagai tradisi, melainkan sebagai laboratorium karakter untuk mencetak generasi muda yang taat, berakhlak mulia, dan mencintai kelestarian alamnya.
Dengan langkah ini, MI Bustanul Ulum berkomitmen terus berkontribusi dalam pembangunan moral bangsa, dimulai dari pendidikan dasar yang menyentuh hati dan pikiran anak-anak, mengarahkan mereka menjadi manusia paripurna yang bermanfaat bagi semua.
( Ria ).




